Gereja Katolik
PAROKI ST. PERAWAN MARIA YANG DIKANDUNG TAK BERNODA ASAL - KATEDRAL MEDAN

English Indonesia
  SEJARAH PAROKI  | BERITA | IMAN KITA  | RENUNGAN | BUKU TAMU | TANYA JAWAB
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 3
Lukas 1:38

Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Luke 1:38

Then Mary said, Behold, I am the handmaiden of the Lord; let it be done to me according to what you have said. And the angel left her.
Lukas 1:46-47

Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,
dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,

Luke 1:46-47

And Mary said, My soul magnifies and extols the Lord,
And my spirit rejoices in God my Savior,

Lukas 1:48

sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
Luke 1:48

For He has looked upon the low station and humiliation of His handmaiden. For behold, from now on all generations [of all ages] will call me blessed and declare me happy and to be envied!
Lukas 1:49-50

karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

Luke 1:49-50

For He Who is almighty has done great things for me--and holy is His name [to be venerated in His purity, majesty and glory]!
And His mercy (His compassion and kindness toward the miserable and afflicted) is on those who fear Him with godly reverence, from generation to generation and age to age.

Lukas 1:51

Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
Luke 1:51

He has shown strength and made might with His arm; He has scattered the proud and haughty in and by the imagination and purpose and designs of their hearts.
Lukas 1:52-53

Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;

Luke 1:52-53

He has put down the mighty from their thrones and exalted those of low degree.
He has filled and satisfied the hungry with good things, and the rich He has sent away empty-handed [without a gift].

Lukas 1:54

Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,

Luke 1:54

He has laid hold on His servant Israel [to help him, to espouse his cause], in remembrance of His mercy,

Lukas 1:55

seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."
Luke 1:55

Even as He promised to our forefathers, to Abraham and to his descendants forever.
Lukas 2:48

Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."
Luke 2:48

When his parents saw him, they were astonished. His mother said to him, "Son, why have you treated us like this? Your father and I have been anxiously searching for you."
Yoh 2:5

Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
John 2:5

His mother said to the servants, “Do whatever he tells you.”
     
       
SEKRETARIAT
DPPKM
STASI ST. PAULUS
LINGKUNGAN
LITURGI
PETA
 PELAYANAN PASTORAL
   
 
 WARNASARI
   
 
 VIDEO
   
 
 
SEKRETARIAT

GEREJA KATEDRAL
St. Perawan Maria yang Dikandung tak Bernoda Asal

PAROKI KATEDRAL MEDAN
Jl Pemuda No. 1 – Medan 20151
Telp : 061 - 4552753
Fax : 061 - 4558918
 Handphone :
081361925876

JAM KERJA
Senin s/d Jumat : Pkl 09.00 - 16.30 WIB
Sabtu : Pkl 09.00 - 12.00 WIB
YM LIVE CHAT
JOIN US

 
Link Lainnya:
 
 

HOLY BOOK


:  -



 

K O N K O R D A T

Lanjutan
 


 
MISA SYUKURAN 40 TAHUN TAHBISAN USKUP MGR. PIUS DATU BARA
 


RM Indonesia Online Streaming
Dengarkan di WINAMP


Radio Karina


Radio HMWN


Radio Maria


Radio Spirit Catholic

   
 

1372713

Pengunjung hari ini : 29
Total pengunjung : 233047

Hits hari ini : 101
Total Visitor : 1372713

Pengunjung Online: 1

RENUNGAN
PREVIOUS PAGE         NEXT PAGE
TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 Hari ini adalah hari raya Tritunggal Mahakudus! Satu misteri iman yang tidak mudah dijelaskan!  Ada banyak orang yang membuat metafora Tritunggal. Ada yang memperbandingkannya dengan: matahari, cahaya matahari, panas matahari. Apakah penjelasan ini cukup untuk menjelaskan Tritunggal?  Tidak!  Kesatuan Tritunggal itu adalah sebuah misteri sehingga tidak mungkin dijelaskan dengan matahari, cahaya dan panasnya.  Ada yang membuat guntingan kertas, tiga bagian tapi dibuat sedemikian rupa supaya tidak terputus, sehingga tetap satu kesatuan.  Segampang itukah menjelaskan Tritunggal?  Masakan guntingan kertas mampu menjelaskan misteri Tritunggal itu? Ada juga yang menjelaskan kesatuan Tritunggal dengan pencampuran air, gula dan kopi.  Yang ini lebih mengerikan lagi. Allah kita yang Maha agung itu dibandingkan dengan gula, air dan kopi?
Apakah tidak boleh menjelaskan Tritunggal dengan perbandingan benda-2 duniawi? Boleh-boleh saja, tapi harus disadari bahwa setiap perbandingan itu tidak pernah memadai. Allah Tritunggal itu misteri dalam kesatuan. Para ahli sudah mencoba membuat penjelasan tentang Tritunggal, namun tetap juga tidak memadai. Barangkali penjelasan yang paling menarik (setidak-tidaknya bagi saya) ialah apa yang dialami  Santo Agustinus. Ketika dia berjalan-jalan di pantai sambil memikirkan terus menerus tentang Allah Tritunggal, dia mendapat penglihatan seorang anak sedang memindahkan air laut ke dalam sumur kecil. Agustinus berkata, “Mana mungkin kami memindahkan air laut ke dalama sumur kecil itu, Nak!”  Si anak pun berkata, “Itulah yang sedang Bapak buat. Mana mungkin Bapak memikirkan misteri Tritunggal yang agung itu dengan pikiran Bapak yang terbatas itu!”  Agustinus kemudian tersadar.
Dengan otak kita yang kecil dan terbatas  ini, mungkinkah kita mengetahui Allah yang Mahabesar dan misteri itu? Jangankan memahami Allah, memahami diri kita sendiri pun kita tidak sanggup. Barangkali sikap yang paling hormat ialah dengan menundukkan kepala sambil memohon rahmat iman, supaya dengan iman itu kita pelan-pelan mampu mengimani Allah Tritunggal yang sungguh agung itu. Yang kita mohon ialah Iman, bukan pengetahuan untuk menyelidiki Tritunggal itu terus menerus. Karena semakin kita menyelidiki, terlebih dengan nafsu ingin mengetahui segalanya tentang Allah, kita akan semakin terjerumus ke dalam labirin yang membingungkan. Namun, dengan
....DETAILS

TATA PERAYAAN EKARISTI
TATA PERAYAAN EKARISTI

 Struktur dan Penjelasan bagian-bagiannya

RITUS PENUTUP
Bagaian terakhir dari perayaan ekaristi adalah ritus penutup. Ritus ini berfungsi untuk mengakhiri seluruh rangkaian perayaan ekaristi dan sekaligus mengantar umat beriman untuk kembali ke perjuangan hidup sehari-hari dan menjalankan perutusannya di dunia ini. Inti pokok ritus ini adalan berkat dan pengutusan.

a.       Berkat
Makna berkat disini bukanlah anugerah “sesuatu: yang bersifat barang, namun pertama-tama adalah diri Allah sendiri, yakni hidup Allah Tritunggal. Dengan menerima berkat kita dianugerahi kesatuan hidup dengan persekutuan Allah Tritunggal.

 b.      Pengumuman
Dalam bagian ini diberi kesempatan untuk menyampaikan pengumuman yang penting untuk pergerakan kehidupan jemaat. Diharapkan bahwa pengumuman yang disampaikan adalah yang benar-benar penting, serta disampaikan secara singkat dan jelas
 
c.       Pengutusan
Dengan pengutusan berarti kita diutus untuk mengimani apa yang kita terima dalam perayaan ekaristi dan berani sebagai saksi dalam pewartaan.

d.      Perarakan keluar
Setelah pengutusan, imam mencium altar sebagai tanda penghormatannya kepada Kristus. Saat perarakan bisa dinyanyikan lagu penutup. Sebaiknya umat bubar dan meninggalkan gedung gereja atau tempat ibadat sesudah para petugas masuk sakristi atau telah meninggalkan tempat ibadat.

   ....DETAILS

TATA PERAYAAN EKARISTI
OLEH : RD. SILVESTER ASAN MARLIN

Katekese kali ini merupakan lanjutan dari bagian Liturgi Ekaristi. Bagian ini boleh dikatakan sebagai bagian paling inti dari seluruh tata perayaan ekaristi.
1.        DOA SYUKUR AGUNG (berlutut)
Doa Syukur Agung (disingkat DSA) adalah puncak perayaan Misa dan inti iman kita. DSA merupakan suatu doa syukur dan pengudusan. Bagian-bagian yang paling penting dalam Doa Syukur Agung ialah:
a. Prefasi (berdiri) : artinya doa yang mengiringi kurban, sebagai bentuk ucapan       syukur atas seluruh karya penyelamatan Nya.
 - Imam mengawali dengan "Tuhan bersamamu." Dan di jawab “Dan sertamu juga”
 - Imam mengajak untuk lebih fokus / mengarahkan perhatikan/hati kita seluruhnya kepada misteri iman : “Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan”, umat menjawab “Sudah kami arahkan”
 - Imam mengundang umat untuk bersyukur kepada Tuhan “Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita”, umat menjawab : "Sudah kami arahkan."
 Sesudah dialog, imam melanjutkan dengan doa intinya pujian syukur dan memuji karya agung Allah yang menyelamatkan manusia
b. Menyanyikan / menyerukan KUDUS : menyatakan betapa luar biasanya Allah kita "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah segala kuasa, surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu."
c. Mendoakan Doa Syukur Agung (berlutut).
 Dalam TPE ada 10 jenis Doa Syukur Agung dan dipilih salah satu sesuai dengan tema perayaan). Doa Syukur Agung diucapkan oleh imam saja. Bagian-bagian dari Doa Syukur Agung:
 - Diawali doa permohonan agar Roh Kudus menguduskan roti dan anggur
 - Bagian terpenting : kisah institusi dan konsekrasi, yaitu perubahan roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus secara transsubstansial. Kisah ini mengutip ucapan dan tindakan Yesus pada Perjamuan Terakhir yaitu "Terimalah dan makanlah. Inilah TubuhKu yang diserahkan bagimu" dan "Terimalah dan minumlah. Inilah piala darahKu, darah perjanjian baru dan kekal yang ditumpahkan bagimu dan semua orang demi pengampunan kekal. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Aku." Di situ Kristus mempersembahkan Tubuh dan Darah-Nya dalam rupa roti dan anggur, dan memberikannya kepada para rasul untuk dimakan dan diminum, Kalimat "Lakukanlah ini untuk mengenangkan Aku", yang menjadi dasar terselenggaranya Perayaan Ekaristi hingga saat ini.
 - Setelah konsekrasi, diucapkan/dinyanyikan anamnesis, menyatakan tiga misteri iman Kristen: kematian Kristus, kebangkitan Kristus dan kedatanganNya kembali.
 - Dilanjutkan dengan doa dengan ujud khusus: bagi arwah, para orang kudus, pimpinan gereja mulai paus, uskup, imam hingga umat biasa. Ini kelebihan orang katolik dibandingkan orang kristen, yaitu Gereja Katolik selalu mendoakan para leluhur yang sudah meninggal agar mendapatkan pengampunan dosa & kehidupan kekal.
....DETAILS

BULAN MEI: BULAN MARIA BUNDA ALLAH DAN BULAN LITURGI NASIONAL 2013
OLEH: RD. BENNO OLA TAGE
 Setiap hari Minggu, kita disuguhkan katekese singkat. Beberapa bulan ini, kita mendapat penjelasan tentang perayaan Ekaristi. Katekese umat bertujuan agar umat mengenal dan mengerti apa yang diimani, apa yang dirayakan dan bagaimana semua pengertian itu membawa kita untuk menghayati kehidupan sebagai murid Kristus di dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, tujuan katekese umat  agar umat akrab dengan kegiatan Gereja, baik tingkat paroki, keuskupan bahkan lintas keuskupan.
Nah, pada kesempatan ini, kami tidak membahas kelanjutan dari bagian-bagian perayaan ekaristi. Karena tanggal 05 Mei 2013 adalah minggu pertama dalam  bulan Mei, maka kami hendak membahas tentang makna bulan Mei bagi kehidupan iman kita.
Dalam kalender liturgi Gereja Katolik 2013,bulan Mei adalah bulan Maria sebagai bunda Allah. Oleh karena itu, ada tradisi dalam persekutuan umat Katolik yakni sepanjang bulan setiap hari dan malam,umat berdoa rosario. Inilah cara kita menghayati devosi atau penghormatan kita kepada bunda Maria. Setiap tahun pada tanggal 01 Januari,kita merayakan pesta Maria Bunda Allah. Dan pada bulan Mei, Maria Bunda Allah kita hormati dalam doa dan sembah selama satu bulan.
Ajaran Maria Bunda Allah ditegaskan dalam konsili Efesus tahun 431. Maria adalah bunda Allah(theotokos) karena Yesus adalah sungguh-sungguh Allah. Maria tidak hanya bunda Yesus (Yesus dilihat sebagai manusia) tetapi benar-benar bunda Allah. Alkitab memberi jawaban atas gelar Maria Bunda Allah: Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dia akan menamakan Dia, Emanuel(Yes.07:14). Maria sebagai bunda Allah terkandung dalam makna salam Elisabeth kepada bunda Maria:”Siapakah aku ini, sehingga ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?”(Luk.1:42-43). Bila kita merenungkan tentang Maria bunda Allah, maka kita akan dibawa ke hadapan Yesus sebagai Putera Allah. Oleh karena itu keakraban kita dengan Bunda Maria, membawa kita semakin menyatu dengan Kristus sebagai Putera Allah. Inilah yang dilukiskan dalam kalimat berikut: Per Mariam ad Yesum (Melalui bunda Maria sampai kepada Yesus. Perjalanan rohani kita selama bulan Mei adalah melalui dan bersama bunda Maria, kita sampai kepada Yesus.
Selain bulan Mei sebagai bulan Maria Bunda Allah, oleh Gereja Katolik Indonesia, bulan Mei juga ditetatpkan sebagai litugi Nasional. Pada bulan Mei, Gereja meminta kepada kita sebagai kelompok maupun pribadi untuk menyegarkan pemahaman kita tentang perayaan-perayaan iman(litugi) dalam Gereja Katolik. Ya, dalam katekese umat, kita telah menyegarkan pemahaman umat tentang perayaan ekaristi. Komisi Liturgi KWI, mengajak kita untuk mempelajari dokumen Konsili Vatikan II tentang Liturgi.
Pada 11 oktober 1962-8 Desember 1965, para uskup dari seluruh dunia yang berjumlah kurang lebih 2.160 orang terlibat dalam konsili Vatikan ke II di Roma. Salah satu hasil konsili ini adalah pembaharuan dalam bidang liturgi Gerejani.  Generasi tua kita pasti ingat, dulu dalam perayaan ekaristi menggunakan bahasa Latin,imam menghadap ke depan. Pembaharuan liturgi menghasilkan keputusan kita bisa merayakan ekaristi dengan bahasa setempat, 
....DETAILS

TATA PERAYAAN EKARISTI
STRUKTUR DAN PENJELASAN BAGIAN BAGIANNYA
(bag. III)
Oleh: RD. JOSEP GULTOM

 LITURGI EKARISTI
A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN
            Bagian pertama dari liturgy ekaristi secara paling tepat disebut persiapan persembahan. Alasan teologis yang paling pokok ialah bahwa peristiwa persembahan yang sungguh-sungguh, baru terjadi pada waktu doa syukur agung, saat persembahan sejati dan tidak bercela yaitu Kurban Salib Kristus dikenangkan dan dihadirkan.
a. Mempersiapkan Altar
            Pada misa umat persiapan persembahan dapat dimulai dengan dua hal sekaligus, yakni dengan kolekte dan mempersiapkan altar. Altar merupakan tempat yang sentral dalam bangunan  Gereja dan pada  panti imam. Altar memiliki tempat dan martabat yang sentral dalam Perayaan Ekaristi. Kesucian altar tidak disebabkan karena tabernakel, tetapi karena Tuhan dan seluruh kurban-Nya hadir pada perayaan Ekaristi itu, sebagaimana peristiwa itu secara khusus berlangsung di atas altar. Altar hendaknya diberi taplak sehelai kain berwarna putih. Di atas altar cukup dilatakkan salib dan lilin, sementara hiasan bunga hendaknya tidak diletakkan di atas altar karena dapat menghalangi pandangan umat beriman.
b. Kolekte dan Perarakan Persembahan
            Kolekte atau pengumpulan uang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari persiapan persembahan. Dengan kolekte umat beriman beroleh kesempatan dan kemungkinan untuk berpartisipasi dalam bahan persembahan yang disiapkan untuk perayaan kenangan kurban Kristus di altar. Memang yang akan diubah menjadi tubuh dan darah Kristus hanyalah roti dan anggur saja. Akan tetapi seluruh bahan persebahan lain, seperti uang, buah-buahan, lilin dan sebagainya tetap memiliki makna rohani yakni sebagai ungkapan syukur atas kasih kebaikan Allah atas hidup umat beriman dan makna sebagai tanggapan atas kasih Allah itu melalui tanda persembahan uang atau barang-barang itu bagi keperluan Gereja dan orang yang membutuhkan. Dengan demikian umat perlu menyadari bahwa kolekte bukan dimaksudkan untuk membebani umat neriman atau memperkaya Gereja. Kolekte menjadi ungkapan syukur dan keinginan kita untuk berpartisipasi dalam hidup Gereja dan sekaligus umat berbelarasa dengan orang-orang ,iskin.
            Hasil kolekte bersama roti dan anggur serta bahan persembahan lain di bawa oleh umat beriman dalam perarakan persembahan. Sementara itu, kolekte dan bahan persembahan lain diletakkan pada tempat yang pantas dan bukan di atas altar.
c. Nyanyian Persiapan Persembahan
            Nyanyian persiapan persembahan dimaksudkan untuk mengiringi perarakan persembahan bukan pada saat persiapan persembahan sebagaimana kebiasaan yang terjadi selama ini.
d. Mengunjukkan Roti dan Anggur
            Doa ini diarahkan kepada Tuhan Allah sang pencipta yang menganugerahkan  segala sesuatunya kepada kita. Roti dan anggur yang kita siapkan kita akui melalui sebagai anugerah allah dan oleh karena kemurahan-Nya saja. ....DETAILS

TATA PERAYAAN EKARISTI
STRUKTUR DAN PENJELASAN BAGIAN-BAGIANNYA
(BAGIAN II)
Oleh: RD. JOSEP GULTOM
 
 Minggu yang lalu kita sudah membahas tentang ritus pembuka, dan pada saat ini kita membahas bagian kedua, yakni liturgi sabda.
II. LITURGI SABDA
            Liturgi sabda tersusun atas dua struktur pokok, yakni sabda Allah dan tanggapan umat atas sabda Allah. Dengan demikian, liturgi sabda memuat suatu dialog perjumpaan antara Allah yang bersabda dan umat yang menanggapi sabda Allah. Pewartaan sabda Allah dilaksanakan dalam pembacaan kitab suci dan homili yang memperdalam sabda Allah itu. Tanggapan umat atas sabda Allah itu terungkap melalui mazmur tanggapan, bait pengantar injil, syahdat dan doa umat
a. Bacaan Pertama
            Pada hari minggu dan hari raya, kita memiliki tiga buah bacaan, yakni bacaan pertama, bacaan kedua dan Injil. Untuk misa harian, bacaan yang disediakan hanya dua saja, yakni bacaan pertama dan injil. Bacaan pertama pada hari minggu dan hari raya diambil dari perjanjian lama. Bacaan pertama ini memiliki hubungan tematis dengan Injil, yang menunjukkan kesinambungan sejarah keselamatan Allah dari perjanjian lama hingga mencapai puncaknya dalam diri Yesus Kristus yang diwartakan dalam Injil.
b. Mazmur Tanggapan (MT)
            Mazmur tanggapan merupakan tanggapan umat terhadap sabda Allah yang baru saja diwartakan atau didengar. Mazmur tanggapan bukanlah sekedar selingan atau iringan, tetapi mazmur tanggapan disamping menjadi ungkapan tanggapan umat terhadap Sabda Allah, juga untuk mendorong umat dalam merenungkan dan meresapkan  sabda Allah.
c. Bacaan Kedua
            Biasanya bacaan kedua diambil dari perjanjian baru. Sehingga bacaan ini sering disebut dengan epistola/epistula = baru. Bacaan kedua mewartakan iman akan Yesus Kristus menurut konteks permasalahan aktual gereja perdana. Secara liturgis bacaan kedua berfungsi untuk mempersiapkan umat kepada puncak perayaan sabda, yakni Injil.
d. Bait Pengantar Injil
            Bait Pengantar Injil tidak sama dengan mazmur tanggapan. Mazmur tanggapan merupakan tanggapan umat beriman atas bacaan sebelumnya, sementara bait pengantar injil justru mau mempersiapkan umat untuk mendengarkan Injil untuk menyambut Tuhan Yesus Kristus yang akan bersabda dalam injil.
....DETAILS

TATA PERAYAAN EKARISTI

STRUKTUR DAN PENJELASAN BAGIANNYA (Bagian I)

OLEH : RD. JOSEP GULTOM

 RITUS PEMBUKA

            Ritus pembuka bertujuan untuk mempersatukan umat beriman yang berkumpul dan mempersiapkan mereka agar dapat mendengarkan sabda Allah dan merayakan ekaristi dengan layak.
a. Perarakan Masuk
            Perarakan masuk dimulai ketika umat sudah berkumpul, kemudian perayaan liturgi berarak menuju altar, sementara itu dimulai nyanyian pembuka. Perarakan para petugas liturgi ini disambut umat beriman dengan berdiri sambil menyanyikan lagu pembuka. Nyanyian pembuka bertujuan untuk membuka misa, membina kesatuan umat, mengantar masuk ke dalam misteri iman sesuai dengan masa liturgi atau pesta yang dirayakan. Nyanyian pembukaan ini juga bertujuan untuk mengiringi petugas liturgi.
            Dalam perayaan ekaristi meriah urutan perarakan para petugas liturgi dari yang paling belakang adalah sebagai berikut : Mesdinar pembawa dupa berasap (apabila ada pendupaan), Misdinar yang membawa lilin yang mengapit salib perarakan, lektor yang membawa kitab Injil, pelayan komuni (Prodiakon), dan paling belakang adalah Imam. Lalu sampai di altar, perarakan semacam ini diatur sebagai berikut: salib dipajang di dekat altar, lilin di dekat altar atau diatasnya, dan kitab Injil diletakkan di atas altar.
b. Penghormatan Altar dan Pendupaan
            Penghormatan altar dilakukan oleh semua petugas liturgi dengan cara membungkuk khidmat. Tetapi, apabila dibelakang altar terdapat sakramen mahakudus di dalam tabernakel, semua petugas liturgi berlutut. Altar dihormati karena altar melambangkan Tuhan Yesus Kristus sendiri. Tuhan yang telah wafat dan bangkit akan hadir di atas altar ini. Dia akan memberikan diri-Nya kepada umat beriman dalam rupa makanan dan minuman ekaristi. Secara khusus, Imam menghormati dengan mencium altar. Mencium altar menjadi lambang untuk memberi penghormatan  kepada Kristus sang Imam Agung.
c. Pendupaan
            Pendupaan menyatakan ungkapan hormat dan doa, seperti terungkap dalam kitab Mazmur 141:2:”Biarlah doaku adalah bagiMu seperti persembahan ukupan”. Imam mengisi pendupaan dan memberkatinya dengan membuat tanda salib di atasnya tanpa mengatakan apa-apa.         
....DETAILS

WADAH AIR SUCI DI PINTU GEREJA
 OLEH:  RD BENNO OLA TAGE
Saudara-saudari terkasih!                 
Beberapa minggu yang lalu, kita diberi pemahaman singkat tentang sakramen Ekarisiti. Saat ini, kita mulai masuk lebih jauh untuk memahami perayaan ekaristi. Sehingga kita, semakin mengerti dan menghayati perjamuan ekaristi.
Di setiap pintu gereja, kapel atau rumah ibadat dalam Gereja Katolik, kita menjumpai wadah berisi air. Air dalam wadah tersebut adalah air suci. Air suci adalah air natural/almiah yang telah diberkati oleh imam. Umat yang masuk untuk beribadah, dan meninggalkan gereja, mereka biasanya mencelupkan tangan kanan dengan jari telunjuk, dan membuat tanda salib. Ini sikap yang benar dan untuk itulah, wadah itu disediakan di pintu Gereja. Saudara-saudari sudah melakukan berkali-kali. Anak-anak bahkan digendong untuk menggapai wadah itu, sehingga mereka bisa mencelupkan tangan pada air suci.
Hidup kita mulai dengan air
Dalam awal kehidupan pribadi kita, kita mendapat wujud insani kita dalam kantung cairan yakni air ketuban dalam rahim sang bunda. Demikian juga, kehidupan semesta ini diawali oleh adanya air. Dalam Kisah penciptaan dilukiskan oleh Kitab Kejadian: ’...gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air(Kej.1:2.6). Allah  menandakan kehidupan baru selalu dengan air. Misalnya, pembaharuan dunia yang berdosa, dunia diporakporandakan oleh air bah, dan setelah air bah surut, muncullah kehidupan baru. Demikian juga, Israel dibebaskan dari Mesir dan mereka harus melalui air laut merah untuk mendapatkan kehidupan baru. Pada zaman Musa, air memberikan suatu kelahiran kembali secara rohani bagi bangsa Israel.
Tibalah zaman “rahmat”, yakni kedatangan Tuhan Yesus, air menerima kekuatan ilahi dari Sang Sabda yang menjadi manusia yakni Tuhan Yesus. Oleh sarakremen Baptis, curahan Air, kita dilahirkan kembali dari air dan Roh(Yoh.3:5). Bagi Bapak Gereja, ketika Yesus turun dalam air sungai Yordan,Yesus telah menguduskan air di seluruh dunia. Yesus membuat air itu mampu memberi hidup ilahi (Yoh.4:10-14) bagi manusia. Maka air menjadi tanda rahmat Roh Kudus. Ini kemudian dikukuhkan oleh Kitab Terakhir yakni Wahyu ”sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, yang mengalir dari tahta Allah dan tahta anak domba (Why 22:1).
....DETAILS

 
 
     
  HOME  |  SEJARAH PAROKI   BERITA  |  IMAN KITA  |  RENUNGAN  |   BUKU TAMU   TANYA JAWAB Gereja Katedral Medan
Developed by Prof. Dr. Petrus Irwan
Maintained by Bonar Siahaan