Gereja Katolik
PAROKI ST. PERAWAN MARIA YANG DIKANDUNG TAK BERNODA ASAL - KATEDRAL MEDAN

English Indonesia
  SEJARAH PAROKI  | BERITA | IMAN KITA  | RENUNGAN | BUKU TAMU | TANYA JAWAB
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 3
Lukas 1:38

Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Luke 1:38

Then Mary said, Behold, I am the handmaiden of the Lord; let it be done to me according to what you have said. And the angel left her.
Lukas 1:46-47

Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,
dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,

Luke 1:46-47

And Mary said, My soul magnifies and extols the Lord,
And my spirit rejoices in God my Savior,

Lukas 1:48

sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
Luke 1:48

For He has looked upon the low station and humiliation of His handmaiden. For behold, from now on all generations [of all ages] will call me blessed and declare me happy and to be envied!
Lukas 1:49-50

karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

Luke 1:49-50

For He Who is almighty has done great things for me--and holy is His name [to be venerated in His purity, majesty and glory]!
And His mercy (His compassion and kindness toward the miserable and afflicted) is on those who fear Him with godly reverence, from generation to generation and age to age.

Lukas 1:51

Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
Luke 1:51

He has shown strength and made might with His arm; He has scattered the proud and haughty in and by the imagination and purpose and designs of their hearts.
Lukas 1:52-53

Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;

Luke 1:52-53

He has put down the mighty from their thrones and exalted those of low degree.
He has filled and satisfied the hungry with good things, and the rich He has sent away empty-handed [without a gift].

Lukas 1:54

Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,

Luke 1:54

He has laid hold on His servant Israel [to help him, to espouse his cause], in remembrance of His mercy,

Lukas 1:55

seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."
Luke 1:55

Even as He promised to our forefathers, to Abraham and to his descendants forever.
Lukas 2:48

Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."
Luke 2:48

When his parents saw him, they were astonished. His mother said to him, "Son, why have you treated us like this? Your father and I have been anxiously searching for you."
Yoh 2:5

Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
John 2:5

His mother said to the servants, “Do whatever he tells you.”
     
       
SEKRETARIAT
DPPKM
STASI ST. PAULUS
LINGKUNGAN
LITURGI
PETA
 PELAYANAN PASTORAL
   
 
 WARNASARI
   
 
 VIDEO
   
 
 
SEKRETARIAT

GEREJA KATEDRAL
St. Perawan Maria yang Dikandung tak Bernoda Asal

PAROKI KATEDRAL MEDAN
Jl Pemuda No. 1 – Medan 20151
Telp : 061 - 4552753
Fax : 061 - 4558918
 Handphone :
081361925876

JAM KERJA
Senin s/d Jumat : Pkl 09.00 - 16.30 WIB
Sabtu : Pkl 09.00 - 12.00 WIB
YM LIVE CHAT
JOIN US

 
Link Lainnya:
 
 

HOLY BOOK


:  -



 

K O N K O R D A T

Lanjutan
 


 
MISA SYUKURAN 40 TAHUN TAHBISAN USKUP MGR. PIUS DATU BARA
 


RM Indonesia Online Streaming
Dengarkan di WINAMP


Radio Karina


Radio HMWN


Radio Maria


Radio Spirit Catholic

   
 

1407013

Pengunjung hari ini : 23
Total pengunjung : 239375

Hits hari ini : 91
Total Visitor : 1407013

Pengunjung Online: 1

RENUNGAN
PREVIOUS PAGE         NEXT PAGE
SELALU SIAGA
Markus 13:24-32
OLEH: RD ALF. VERY ARA
 
Sudah cukup banyak orang Kristen yang berkotbah atau mengajar tentang akhir zaman. Mereka tidak memberikan ramalan, tetapi juga menegaskan kepastian mengenai akhir zaman. Ada yang menyebut tahun, bulan, bahkan hari dan jam kapan dunia ini kiamat.
 
Mereka mengumpulkan banyak orang yang bergabung menjadi satu kelompok besar. Semuanya percaya akan waktu yang pasti mengenai hari kiamat itu. Mereka mewartakan pertobatan. Mereka tidak mau bekerja karena merasa tidak ada gunanya lagi sebab hari kiamat sudah mendekat. Mereka berdoa memohon pengampunan atas dosa-dosa mereka. Mereka menyebarkan selebaran, poster tentang dunia yang sesaat lagi akan hancur binasa; tentang Yesus Kristus yang sesaat lagi datang untuk menjatuhkan hukuman kepada para pendosa. Hasil pekerjaan mereka adalah: banyak manusia menjadi gelisah, tidak tenang, bingung, antara percaya atau tidak.
 
Anehnya, sudah begitu banyak hari yang disebut sebagai hari kiamat, namun hari itu berlalu tanpa kenyataan seperti yang diramalkan: dunia ini belum juga kiamat. Saat ini ada juga orang yang berkata bahwa dunia ini kiamat dan Putera Allah akan datang. Kebanyakan manusia mulai gusar, tidak tenang. Pertanyaan kita: Kapan persisnya dunia akan kiamat? Kapan Putera Manusia akan datang dalam kemuliaan-Nya?
 
Yesus sendiri pernah berbicara tentang akhir zaman atau kiamat. Namun, Dia sendiri tidak pernah menyebut tahun, bulan, tanggal dan hari. Dia hanya berbicara tentang apa yang terjadi pada saat akhir dunia. Apabila ada yang menyebut waktu yang pasti, itu hanya ciptaan manusia, bukan berasal dari Tuhan.
 
Dunia ini pasti akan berakhir. Semua yang ada di dunia ini ada awal dan akhirnya. Tidak ada sesuatu pun yang abadi di dunia ini. Dan akan tiba saatnya, dunia ini akan berakhir. Kapan? Tidak ada seorang pun yang tahu. Yesus sendiri berkata: “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, Malaikat-malaikat di Surga tidak, dan Putera pun tidak, hanya Bapa saja”. Dengan kata lain, soal waktu hari kiamat adalah sebuah misteri besar. Hanya Allah yang tahu, karena tiada sesuatu pun yang rahasia dan tersembunyi bagi-Nya.
 
Yang perlu kita bicarakan adalah apa yang seharusnya kita perbuat untuk menyongsong hari kiamat. Satu hal yang pasti: Kita Harus Bertobat. Kita tidak perlu menunggu waktu, saatnya kiamat baru bertobat. Apabila kiamat mendekat dan kita baru bertobat, itu tidak ada artinya sebab kita bertobat bukan untuk hari kiamat, melainkan untuk keselamatan dan kebahagiaan kita saat ini dan kelak.

Gaya pertobatan yang terdesak karena kiamat sudah banyak dipraktekkan banyak orang. Karena pejabat akan berkunjung dalam waktu dekat, maka jalan-jalan diperbaiki, dibersihkan. Kalau pejabat tidak datang, jalan dibiarkan berlubang dan becek tidak karuan.
 
Padahal, jalan itu bermanfaat untuk semua, bukan untuk pejabat. Apabila ada pemeriksaan pekerjaan dalam waktu singkat, orang baru tekun bekerja, melakukan perbaikan sana-sini. Kalau tidak ada pemeriksaan, kerjanya ngalur ngidul. Padahal, pekerjaan yang rapih dan teratur bukan untuk petugas, melainkan untuk kita.
 
Kita dituntut untuk senantiasa bersiaga, kapan saja. Kita bersiaga, bukan demi dan karena orang lain, melainkan demi keselamatan dan kebahagiaan kita sendiri. 
....DETAILS

TUHAN TIDAK PERNAH MENUNTUT
MARKUS 12: 38 - 44
OLEH RD. SILVESTER ASAN MARLIN
 
 Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus,
Ada orang yang suka memberi derma kepada orang lain dan dengan bangga memberitahukan jumlah yang mereka berikan itu.
 
Semakin besar jumlah sumbangannya, semakin mereka bangga akan keluarga dan dirinya sendiri. Di pihak lain, ada juga orang yang juga senang memberikan kepada orang lain tetapi tidak pernah mau menceritakan berapa besar jumlahnya meskipun mungkin sangat besar. Dia melakukannya diam-diam demi kebahagiaan orang lain.
 
Mereka berpikir bahwa apa yang diberikannya itu sudah menjadi hak mereka yang menerima, dan mereka bahagia dengan itu. Bahkan lebih jauh mereka merenungkan bahwa apa yang mereka miliki saat ini adalah pemberian cuma-cuma dari Tuhan maka pantas kalau diberikan cuma-cuma juga kepada orang lain yang juga sama-sama ciptaan Tuhan.

Saudara-saudari yang terkasih,
Tuhan sudah memberikan banyak kepada kita manusia, tetapi Ia tidak pernah menceritakan kepada siapa pun bahwa Ia telah berbuat baik. Di pihak lain, Allah tetap memberikan kepada manusia apa yang diperlukannya dan Ia tidak pernah menarik atau memintanya kembali. Bahkan Allah justru meminta agar kita membagi-bagikan pemberian-Nya itu kepada sesama yang membutuhkan.
 
Sikap dan cara Tuhan itulah yang terbaik untuk kita tiru dan teladani. Formalitas dalam hidup dan tindakan memang pentin tetapi yang paling penting adalah niat dan hati serta tindakan yang tulus ikhlas dan tanpa pamrih. Orang dihormati bukan karena pakaian, pangkat atau kedudukannya tetapi terlebih-lebih karena hidup iman dan moralnya yang baik dan benar.
 
Maka baiklah kita renungkan sabda ini, "Tetapi jika engkau memberi sedekah janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat oleh tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat
....DETAILS

BERNALAR TENTANG AGAMA

(Mrk 12:28b-34)
Pertanyaan kepada Yesus "Guru, perintah manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" tentu  membuat orang ikut berpikir, dari sekian banyak hukum dalam Taurat, manakah yang paling pokok. Dalam rumusan aslinya, pertanyaan tadi sebenarnya berbunyi: "Guru, perintah macam apa bisa disebut besar di dalam Taurat?" Jadi yang dipertanyakan bukanlah yang mana, melainkan macamnya, jenisnya, kategorinya. Pertanyaan ini mengarah pada ciri-ciri yang membuat perintah tertentu dapat dikatakan perintah utama. Memang diandaikan perintah-perintah dalam Taurat tidak sama bobotnya. Ahli Taurat itu mau tahu apa Yesus memiliki kemampuan menimbang bobot perintah-perintah itu dan bukan hanya asal kutip sana sini. Kaum terpelajar Yahudi menyadari bahwa tidak semua aturan sama bobotnya. Yesus sendiri di lain kesempatan juga mengungkapkan kepekaan ini, misalnya mengenai hukum hari Sabat (Mat 12:1-14). Di situ kewajiban menguduskan Sabat dibawahkan kepada kewajiban berkurban dan melaksanakan belas kasihan. Mana prinsip memahami perintah yang satu lebih pokok dari yang lain? Soal ini dijawab Yesus dengan mengutarakan dua perintah yang disebutkannya sebagai perintah yang paling utama. Kedua perintah itu dikutip dari Kitab Ulangan dan Kitab Imamat, dua kitab dalam Taurat.
Dalam hal yang pertama, perintahnya terdapat setelah penegasan mengenai keesaan Tuhan Allah orang Israel (Ul 6:4, yang juga dikutip dalam Mrk 12:29). Penegasan ini dihayati sebagai mengasihi-Nya dengan komitmen penuh - itulah yang dimaksud dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan (Ul 6: 5 - tentang sisipan "segenap akalbudimu" dalam Mrk 12:30 lihat uraian di bawah). Perintah mengasihi Tuhan Allah dengan sepenuh-penuhnya itu termasuk ayat-ayat suci yang wajib didoakan dua kali sehari (pagi dan petang) oleh orang Yahudi yang saleh. Perintah mengenai mengasihi sesama dikutip dari Im 18:8 dan ditandaskan sebagai perintah utama yang kedua.
Dalam versi Markus, masih ditambahkan bahwa sang ahli Taurat membenarkan pendapat Yesus dan malah menegaskan bahwa kedua perintah itu mengatasi semua kurban bakaran dan kurban lainnya (Mrk 12:32-33). Kesadaran seperti ini membuat Yesus mengatakan bahwa orang itu tak jauh lagi dari Kerajaan Allah. Ia sudah melihat ufuk yang lebih luas dalam hidup beragama. Bukan sekedar menjalankan kurban, tapi juga upaya memahami sesama sebagai yang sama-sama diperhatikan Allah. Inilah yang membuatnya dapat mengasihi Allah dengan utuh. Inilah yang membuatnya dekat dengan kehadiran ilahi
Pembicaraan malam itu kemudian semakin berpusat pada kemampuan Yesus memperlihatkan apa itu inti ajaran agama. Saya tanyakan bagaimana penjelasannya kok Yesus bisa melihat sedalam itu dan menyampaikan pemahamannya kepada orang banyak. Jawab tiga kawan tadi: Yesus sendiri memenuhi kedua perintah utama tadi. Seluruh hidupnya diserahkan untuk mengasihi Yang Maha Kuasa dengan kesadaran penuh dan dengan keyakinan dan tekad yang matang. Dan semuanya ini terungkap dalam kesediaannya ikut merasakan yang dialami orang lain. Ia percaya orang lain itu juga seperti dia sendiri, yakni dikasihi Allah dan oleh karenanya dapat mengasihi-Nya. Inilah

....DETAILS

DENGAN IMAN YANG BESAR
MARKUS 10:46-5
 
          Setiap hari kita berdoa. Ada yang berdoa tiga kali sehari. Ada yang lima kali atau tujuh kali. Bahkan, ada yang berkali-kali, tak terhitung. Dalam doa-doa kita, kita seringkali memohon ini dan itu kepada Tuhan. Sebagian dari Doa-doa kita itu dikalbulkan. Tetapi, kita pasti pernah mengalami, bahwa mungkin sering, bahwa doa kita sepertinya tidak didengar Tuhan. Mengapa tidak dikabulkan? Karena kita kurang beriman memohon. Kita harus belajar dari Bartimeus.
          Ketika mendengar Yesus lewat, Bartimeus berseru, “Yesus anak Daud, kasihanilah aku.”  Dia pasti telah pernah mendengar kisah tentang Yesus. Tentang orang-orang yang disembuhkan-Nya atau tentang mukjizat-mukjizat yang dilakukan-Nya. Dia yakin bahwa Yesus pasti bisa melakukan sesuatu untuknya. Ketika ia berseru, orang-orang menegurnya. Menyuruhnya diam. Mereka berpikir, “Orang yang ngak ada apa-apa ini kok sembarangan menyuruh guru? Kau kira kau ini siapa? Namun, Bartimeus semakin keras berteriak, “Anak Daud, kasihanilah aku.”  Ia sungguh yakin bahwa Yesus pasti melakukan sesuatu untuk dirinya. Iman yang besar menolongnya untuk terus memohon.

          Yesus mendengarkan jeritan hatinya. Memang, Yesus selalu mendengarkan jeritan hati orang tertindas. Dia melihat kedalaman hati orang. Yesus menyuruh orang memanggilnya. Bartimeus langsung menanggalkan jubahnya. Hanya itulah yang dimiliki, tetapi ia menanggalkannya. Ia datang dengan tidak memiliki apa-apa kepada Yesus. Dia datang dengan rendah hati. Hanya dengan membawa iman.
          “Apa yang engkau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” tanya Yesus. “Guru, supaya aku dapat melihat,” jawabnya. Tanpa berbuat apa-apa, tanpa ritus apa-apa, Yesus langsung berkata, “Pergilah imanmu telah menyelamatkan engkau.” Yesus melihat apa yang ada didalam hati Bartimeus: iman. Iman yang besar!  Dia memohon dengan iman yang besar, dan Tuhan Yesus mendengarkan permohonan yang diiringi iman yang besar itu.
Kita barang kali cukup sering protes kepada Tuhan, “Mengapa doaku tidak dikabulkan?”  Akan tetapi barangkali kita jarang bertanya, “Sudahkah aku berdoa dengan penuh iman? Kita kerap kurang beriman dalam berdoa. Doa Permohonan yang diiringi oleh iman yang besar akan didengar Tuhan.
Ada banyak kisah yang telah membuktikan kebenaran ini. Salah satunya doa St Monika, ibu dari St Agustinus. Sebelum bertobat St Agustinus adalah seorang yang hidup dengan hura-hura, pria hidung belang, tidak percaya kepada Tuhan. Ibunya bertahun-tahun berdoa dengan penuh iman untuk Agustinus agar dia bertobat. Dan memang, doa yang diiringi dengan iman yang besar didengarkan Tuhan.
....DETAILS

TIDAK SEKEDAR MELAMAR

MARKUS 10,35-45
OLEH : RD ALF. VERY ARA

Si Tombo barusan diangkat menjadi pegawai negeri. Tidak terlalu sulit baginya untuk melewati tahap-tahap ujian yang dituntut darinya. Kendati harus mengikuti ujian prajabatan hingga tiga kali, dia menghadapinya dengan baik. Dia seratus persen menjadi seorang pegawai negeri. Beberapa saat setelah menerima SK Pengangkatan, Si Tombo duduk termenung di teras rumah kostnya. Dia mengenang pengalaman pahitnya beberapa tahun yang silam ketika dia didepak dari Seminari Tinggi St. Petrus Sinaksak-Pematangsiantar.
Dengan tekad yang membara dan didukung oleh keluarganya, Si Tombo mempertaruhkan segalanya untuk menjadi seorang Imam Diosesan di Keuskupan Agung Medan ini. Tetapi, betapa dia terkejut ketika dinyatakan tidak layak untuk menerima Tahbisan Diakonat. Alasan yang diberikan oleh pihak seminari sungguh berterima baginya dan Si Tombo pun mengakuinya: Si Tombo diragukan kemampuannya untuk memberikan dirinya secara utuh-total pada panggilannya.


“Piala kedisiplinan yang tergolong ringan ini saja hampir tidak bisa kau minum, apalagi kalau harus dibaptis dengan api kesulitan yang lebih besar yang bakal menyusul dalam tugas imamat”. Penegasan ini terlontar dari mulut pembimbing rohaninya yang merasa kesal dengan sikap Si Tombo: dia mudah mengeluh apabila diberikan tugas tertentu atau dipaksa untuk mengikuti aturan tertentu.
“Kalau kamu tidak sanggup meminum piala kedisiplinan dan tidak bersedia dibaptis dengan beban tugas harian seperti ini, bagaimana mungkin kamu bisa menyerahkan nyawa secara utuh untuk menyelamatkan orang lain?” Tegas pembimbing rohaninya dengan nada menantang.
Si Tombol berkesah dalam hatinya: “Lain sekali ketika saya melamar menjadi seorang pegawai negeri. Tidak ada tuntutan untuk “harus” meminum piala ini atau dibaptis dengan cara begitu; atau harus menyerahkan nyawa dan sebagainya. Ya, melamar untuk duduk di sebelah kiri atau di sebelah kanan Tuhan, memang tidak hanya sekedar melamar.”
Tetapi, Si Tombo tiba-tiba tersentak berdiri. Dia bertanta di dalam hatinya, “Apakah hanya para imam yang sanggup meminum piala Tuhan dan dibaptis dengan baptisan-Nya? Apakah hanya para imam yang sanggup menyerahkan nyawa untuk keselamatan orang banyak?

....DETAILS

ANDA MAU YANG MANA: YESUS ATAU KEKAYAAN?
MARKUS 10: 17 – 30
OLEH: RD. SILVESTER ASAN MARLIN


Saudara-saudari ……..,
Orang yang berdialog dengan Yesus dalam kisah Injil hari ini ialah seorang yang sudah dewasa. Dikisahkan bahwa ketika dia melihat Yesus, Ia berlari mendapatkan-Nya bahkan bertekuk lutut di hadapan-Nya memohon penjelasan apa yang harus dibuatnya untuk memperoleh hidup yang kekal. Dari caranya bertemu dengan Yesus, tampaknya orang ini adalah orang yang baik. Itu dapat dilihat dari ucapannya yang menyebut Yesus “guru yang baik”. Ia menyadari bahwa Yesus adalah guru yang dapat memecahkan persoalan yang sedang direnungkannya. Ketika ia bertanya apa yang harus dibuatnya untuk dapat memperoleh hidup yang kekal, Yesus memberi jawaban bawa dia mesti melakukan hal-hal berikut: jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan bersaksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayah ibumu. Kelihatannya dia bukan hanya baik tetapi juga saleh. Sebab, untuk syarat pertama yang diajukkan Yesus, ia sudah melakukannya.
Persoalan muncul ketika Yesus mengajukan persyaratan yang kedua; “pergilah, juallah apa yang kau miliki dan berikanlah itu kepada orang miskin….kemudian datanglah kemari dan ikutilah aku.  Ketika Yesus mengajukan persyaratan yang kedua, ia menjadi kecewa, lemas dan tak bersemangat, sebab hartanya banyak. Ternyata dia bukan hanya baik dan saleh tetapi juga kaya. Persyaratan kedua ini tampaknya berat ia laksanakan sebab berhubungan dengan apa yang melekat pada dirinya. Kalau soal mencuri, membunuh, berdusta, berzinah, mengurangi hak orang dan menghormati orang tua baginya itu gampang. Kenapa? Untuk apa dia mencuri, membunuh, berzinah, bersaksi dusta, mengurangi hak orang kalau dia punya harta banyak? Ingat, tadi dikatakan bahwa  dia orang baik dan saleh, makanya ia sanggup melaksanakan persyaratan pertama. Tetapi harta harus dia korbankan? Rasanya dia harus berpikir seratus kali.
Saudara-saudari…...,
Kelekatan pada hal-hal tertentu akan membuat orang sulit mencapai hidup kekal. Jalan menuju hidup kekal adalah menjadi pengikut  Yesus. Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup. Tetapi ingat,  syaratnya adalah melepaskan segala kelekatan pribadi. Yesus harus menjadi yang pertama dan utama. Segala hal yang lain adalah pendukung untuk mencapai hidup kekal itu. “Maka, cari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat 6: 33). Kalau kita mau memiliki hidup kekal, mari kita jadikan Yesus yang pertama dalam hidup kita. Kalau kita lebih dahulu memiliki Yesus maka segala harta duniawi akan dilimpahkan

....DETAILS

SAMBUTLAH TAHUN IMAN DALAM HIDUPMU
OLEH RD. BENNO OLA TAGE
Saudara-saudari terkasih
               Paus Benediktus XV1 telah menetapkan bahwa mulai  tanggal 11 Oktober 2012 – 24 November 2013 sebagai tahun iman. Penetapan tahun iman ini memiliki latar belakang, yakni ulang tahun ke-50 pembukaan Konsili Vatikan II. Dan ulang tahun ke-20, publikasi buku katekismus Gereja Katolik. Tahun imam ini akan ditutup pada Hari Raya Kristus Semesta Alam, 24 November 2013. Melalui media tulis Paroki Katedral ini, kami menurunkan beberapa cuplikan tulisan paus Benediktus XV1 tentang tahun iman ini. Harapan kami, kita dapat merenungkan dan kemudian menghasilkan komitmen pribadi untuk membaharui hidup iman kita dalam semangat tahun iman ini.
                 Paus Benediktus XVI menyampaikan bahwa tahun iman adalah suatu panggilan kepada suatu pertobatan yang sejati dan selalu diperbaharui kepada Tuhan,satu-satunya juruselamat dunia. Dalam hidup, wafat dan bangkit-Nya, Kristus menunjukkan kasih-Nya kepada kita dan serentak pada saat itu, Kristus menyelamatkan dan memanggil kita kepada pertobatan serta pengampunan dosa(Kis 5:31). Oleh karena itu dengan iman yang tak tergoncangkan, kita telah percaya hanya Kristuslah Juruselamat dunia. Sekali lagi Kristus satu-satunya Juruselamat umat manusia.
                Dari manakah kita mulai percaya bahwa Kristus adalah satu-satunya juru selamat dunia? Mulai dari Sabda Tuhan:Iman yang bekerja oleh kasih(Gal.5:6). Iman yang bekerja oleh kasih hendaknya menjadi kriteria baru bagi kita untuk memahami bahwa Kristus mencintai kita dan merubah hidup kita, dan akhirnya mengubah seluruh hidup manusia(Rom.12:2;Kol.3:9-10;Ef 4:20-29;2Kor 5:17).
Saudara-saudari terkasih    
Sadarlah bahwa Gereja bertumbuh dan berkembang karena iman. Beriman membuat orang memilih dan memihak Allah dan hidup bersama dengan  Allah. Karena iman, Abraham, Musa dan bunda Maria, memutuskan untuk mengikuti panggilan Allah. Karena iman, para rasul mau hidup bersama dan mewartakan Injil. Karena iman, para martir mau menyerahkan hidup mereka bagi Kerajaan Allah. Karena iman, banyak pria dan wanita tidak mau menikah,  hidup miskin dan taat dalam karisma Roh Kudus dalam Gereja. Karena ini, banyak pengurus Gereja, kaum muda,
....DETAILS

KEPERCAYAAN YESUS
 Konfusius adalah seorang bijaksana dari dataran Cina pernah berujar di tengah kegalauan zamannya: Sebuah negara yang baik hanya akan tercipta jika kaisar bertindak layaknya seorang kaisar, menteri bertindak layaknya sebagai seorang menteri, ayah bertindak sebagai seorang ayah, dan seorang anak bertindak layaknya seorang anak di dalam rumah tangga. Inilah yang dinamakan teori Rektifikasi Nama. Dimana setiap orang dituntut untuk berperilaku menurut identitas yang disandangnya. Penyimpangan identitas hanya akan membuat sebuah negara menjadi kacau dan akhirnya hancur tak berbekas.   
Sahabatku yang terkasih, setiap pengikut Yesus dan yang bekerja atasnama-Nya diberi kekuasaan dan tanggung jawab untuk menjaga dan memeliharanya. Kuasa itu sifatnya terberi dan hanya dapat dipergunakan
demi kemuliaan dan kebesaran nama Bapa.
Selain menganugerahkan kuasa kepada pengikut-Nya, Yesus juga menuntut sikap radikal dari setiap pengikut-Nya. Jika matamu menyesatkan engkau cungkillah (Mrk 9:47).  Hal ini dikatakan karena pengikut Kristus adalah tangan yang menunjuk pada keselamatan, kaki yang melangkah dan menuntun orang lain kepada keselamatan, dan menjadi mata bagi mereka yang ingin melihat Kristus.

 Dengan demikian, setiap pengikut Kristus harus menampakkan Kristus yang tidak kelihatan.Sahabat, sesungguhnya setiap kita diberikan tanggung-jawab dan peran di dalam kehidupan kita setiap hari.Seluruh kehidupan kita adalah perpanjangan karya kasih Yesus di dunia.  Jika anda seorang ibu rumah tangga, lakukanlah semua tanggung jawab anda dalam semangat yang luar biasa.

Jika anda seorang pekerja, lakukanlah tanggung jawab anda secara “radikal”. Kepercayaan itu mahal sehingga pelihara dan lipatgandakanlah kepercayaan yang diberikan Yesus.
Kembangkanlah kepercayaan Yesus itu dan rasakan anugerah Tuhan bagi kita. (BS)

RH “Percikan Hati” ....DETAILS

 
 
     
  HOME  |  SEJARAH PAROKI   BERITA  |  IMAN KITA  |  RENUNGAN  |   BUKU TAMU   TANYA JAWAB Gereja Katedral Medan
Developed by Prof. Dr. Petrus Irwan
Maintained by Bonar Siahaan