Gereja Katolik
PAROKI ST. PERAWAN MARIA YANG DIKANDUNG TAK BERNODA ASAL - KATEDRAL MEDAN

English Indonesia
  SEJARAH PAROKI  | BERITA | IMAN KITA  | RENUNGAN | BUKU TAMU | TANYA JAWAB
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 3
Lukas 1:38

Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Luke 1:38

Then Mary said, Behold, I am the handmaiden of the Lord; let it be done to me according to what you have said. And the angel left her.
Lukas 1:46-47

Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,
dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,

Luke 1:46-47

And Mary said, My soul magnifies and extols the Lord,
And my spirit rejoices in God my Savior,

Lukas 1:48

sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
Luke 1:48

For He has looked upon the low station and humiliation of His handmaiden. For behold, from now on all generations [of all ages] will call me blessed and declare me happy and to be envied!
Lukas 1:49-50

karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

Luke 1:49-50

For He Who is almighty has done great things for me--and holy is His name [to be venerated in His purity, majesty and glory]!
And His mercy (His compassion and kindness toward the miserable and afflicted) is on those who fear Him with godly reverence, from generation to generation and age to age.

Lukas 1:51

Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
Luke 1:51

He has shown strength and made might with His arm; He has scattered the proud and haughty in and by the imagination and purpose and designs of their hearts.
Lukas 1:52-53

Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;

Luke 1:52-53

He has put down the mighty from their thrones and exalted those of low degree.
He has filled and satisfied the hungry with good things, and the rich He has sent away empty-handed [without a gift].

Lukas 1:54

Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,

Luke 1:54

He has laid hold on His servant Israel [to help him, to espouse his cause], in remembrance of His mercy,

Lukas 1:55

seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."
Luke 1:55

Even as He promised to our forefathers, to Abraham and to his descendants forever.
Lukas 2:48

Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."
Luke 2:48

When his parents saw him, they were astonished. His mother said to him, "Son, why have you treated us like this? Your father and I have been anxiously searching for you."
Yoh 2:5

Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
John 2:5

His mother said to the servants, “Do whatever he tells you.”
     
       
SEKRETARIAT
DPPKM
STASI ST. PAULUS
LINGKUNGAN
LITURGI
PETA
 PELAYANAN PASTORAL
   
 
 WARNASARI
   
 
 VIDEO
   
 
 
SEKRETARIAT

GEREJA KATEDRAL
St. Perawan Maria yang Dikandung tak Bernoda Asal

PAROKI KATEDRAL MEDAN
Jl Pemuda No. 1 – Medan 20151
Telp : 061 - 4552753
Fax : 061 - 4558918
 Handphone :
081361925876

JAM KERJA
Senin s/d Jumat : Pkl 09.00 - 16.30 WIB
Sabtu : Pkl 09.00 - 12.00 WIB
YM LIVE CHAT
JOIN US

 
Link Lainnya:
 
 

HOLY BOOK


:  -



 

K O N K O R D A T

Lanjutan
 


 
MISA SYUKURAN 40 TAHUN TAHBISAN USKUP MGR. PIUS DATU BARA
 


RM Indonesia Online Streaming
Dengarkan di WINAMP


Radio Karina


Radio HMWN


Radio Maria


Radio Spirit Catholic

   
 

1379488

Pengunjung hari ini : 6
Total pengunjung : 234646

Hits hari ini : 93
Total Visitor : 1379488

Pengunjung Online: 2

RENUNGAN
PREVIOUS PAGE         NEXT PAGE
KEBAHAGIAAN
KEBAHAGIAAN (Mrk 1:40-45)
Oleh: RD. Silvester Asan Marlin
Semua orang mendambakan hidup bahagia. Kebahagiaan adalah hak semua orang. Jenis kebahagiaan bisa berbeda-beda. Misalnya, mendapatkan jodoh, pekerjaan, rejeki, sahabat, kelahiran anak, kenaikan pangkat, selamat dari kecelakaan atau sembuh dari  suatu penyakit.
Orang kusta yang diceritakan dalam Injil hari  ini juga ingin sembuh dan bahagia. Dalam budaya Yahudi, orang yang sakit kusta dianggap berdosa, terkutuk dan sampah masyarakat. Oleh karenanya harus disingkirkan dari kehidupan bersama.
Yesus melawan kebiasaan masyarakat yang  menyingkirkan orang kusta. Ketika si kusta datang kepada-Nya, Yesus menyambut, menjamah dan menyembuhkannya. Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang sakit dan berdosa. Inilah wujud nyata karya keselamatan Allah telah datang ke tengah dunia.
Si kusta  telah lahir kembali. Ia telah diselamatkan, diakui dan dikembalikan ke tengah masyarakat. Ia sangat bersuka cita dan mewartakan kesembuhannya ke mana-mana. Ia merasakan belaskasihan Tuhan. Hidupnya telah berubah menjadi baru.
Pengalaman lepas dari penderitaan, sakit keras sangat membahagiakan. Tuhan mengasihi dan menyelamatkan anda. Aleksander Solzhenitsyn, novelis dari Rusia, berkata, “Bukan tingkatan kekayaan yang membuat kita bahagia, tetapi relasi dari hati ke hati dan cara kita melihat dunia. Kedua sikap itu ada di dalam control kita, sehingga manusia bisa tetap bahagia selama ini memilih untuk bahagia, dan tidak ada yang dapat menghentikannya.”
Kebahagiaan tidak ditentukan oleh banyaknya kekayaan yang kita miliki, tetapi oleh hubungan kasih yang kita miliki. Banyak orang rela mengurbankan relasi dengan orang yang dikasihi untuk mendapatkan lebih banyak kekayaan. Bila ingin bahagia kita harus menghargai orang lebih daripada barang.
Bagaimana anda memandang kebahagiaan itu? Karena kaya, banyak uang, atau karena hubungan yang dekat dengan Tuhan? Ingatlah, uang dan kekayaan bisa kita dapatkan setiap saat. Namun faktanya tidak akan abadi. Sebaliknya, relasi yang sejati dengan sesama dan Tuhan 
....DETAILS

KATEKESE LIMA MENIT SETELAH EKARISTI
KATEKESE LIMA MENIT SETELAH EKARISTI
Oleh:  RD. Benno Ola Tage

Sejak pertengahan juni 2011 sampai pertengahan juni 2012, ditetapkan oleh Paus Benedictus XVI sebagai tahun katekese dalam Gereja Katolik. Yang dimaksudkan dengan katekese adalah kegiatan pendalaman iman kita.Ini merupakan kegiatan pengajaran. Dalam pengajaran ini,umat diajarkan tentang sakramen-sakramen dalam Gereja Katolik, tentang orang kudus, liturgi dan sebagainya. Singkatnya, dalam kegiatan katekese, umat Katolik semakin memperdalam imannya, dan pengetahuan tentang imannya akan meningkatkan penghayatan iman kita. Tanpa katekese, umat bisa seperti orang buta, beriman tanpa pengertian iman yang benar menurut ajaran Katolik, atau berjalan masing-masing sesuai dengan pengertiannya.
Sejak penetapan itu, sampai saat ini, paroki Katedral belum melakukan sesuatu yang berarti agar tahun katekese ini diisi dengan pembina iman umat. Kita selalu dihadapkan pada kesulitan untuk mencari waktu bagi katekese. Pertemuan dan seminar iman, untuk umat dan pengurus dalam rangka meningkatkan pelayanan sebagai pengurus Gereja tidak terlalu antusias disambut. Apakah kiranya cara yang dapat kita lakukan? Ya, kita hendaknya melakukan sesuatu bagi pengembangan iman umat.
Sebuah ide datang dari salah satu paroki di sudut kota Chicago, Amerika Serikat. Pastor  Linnan, mencoba mengembangkan sebuah pengajaran untuk umat setiap kali perayaan ekaristi. Setelah pengumunan, pastor Linnan,menggunakan waktu kurang lebih 4 sampai lima menit untuk memberi pengajaran kepada umatnya. Cara ini cukup efektif. Dalam setiap kali pengajaran diangkat sebuah tema tertentu. Tema ini disajikan dengan begitu jelas sehingga tidak membingungkan umat. Apa bila ada pertanyaan akan dijawab pada kesempatan di luar perayaan ekaristi.
Dalam perbincangan dengan rekan pastor dan dewan paroki, ide ini tampaknya cukup relevan untuk dikembangkan di paroki kita. Kami sedang merancang bagaimana pola ini dapat diterapkan di paroki kita. Ini merupakan salah satu bentuk dari pembinaan iman umat atau bagaimana berkatekese untuk umat.
Apakah umat memiliki masukan dan usulan yang lebih tepat dalam meningkatkan  kegiatan katekese di paroki kita? Salah satu kendala kita yakni rasa ingin tahu umat tentang iman Katolik yang rendah. Seakan-akan semuanya begitu jelas. Bila kita mengajak diskusi tentang iman, cukup banyak umat yang kesulitan untuk menjawab    ....DETAILS

KEWIBAWAAN IMAN
KEWIBAWAAN IMAN  (Markus 1:21-28)
RD. Very Ara
Aster Soriano adalah seorang guru di sebuah Sekolah Lanjutan Menengah Atas di sebuah pulau di Philipina Tengah. Di awal tahun ajaran baru, Aster selalu memberikan wejangan tentang kedisiplinan dan ketertiban sekolah, kendati dia bukanlah Kepala Sekolah. Sebagai seorang guru yang bertanggung-jawab, dia merasa berkewajiban untuk menyampaikan wejangan tersebut kepada para muridnya di awal pertemuan mereka.
Akan tetapi, sesudah lebih dari tujuh tahun mengajar di sekolah tersebut, tampaknya nilai-nilai yang selalu ditekankannya tidak pernah diindahkan oleh para muridnya. Hampir tiada hari sekolah yang luput dari kasus terlambat; selalu ada alasan bagi para muridnya untuk terlambat. Tidak sedikit jumlah muridnya yang terang-terangan merokok tatkala istirahat; apalagi yang membaca komik atau novel porno di saat pelajaran sedang berlangsung.
Mengapa semuanya ini terjadi? Sebabnya jelas: kebanyakan guru di sekolah tersebut, termasuk Aster sendiri tidak tertib. Para murid dilarang merokok, padahal Aster sendiri merokok di saat mengajar di kelas. Dan tidak terhitung banyaknya jam pelajaran yang terlewatkan begitu saja, tidak terisi karena para guru yang terhormat terlambat atau sengaja tidak masuk kelas, supaya bisa main catur atau membaca novel di kantor.
"Apa ini? suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintahNya dan mereka taan kepadaNya” (Mrk 1,27). Inilah sepenggal ungkapan rasa kagum orang-orang Yahudi ketika mendengarkan kata-kata-Nya yang penuh kuasa dan wibawa dan tatkala melihat tindakan dan sikap hidup-Nya.
Di mata orang Yahudi, kuasa dan kewibaan Yesus tidak diragukan. Bahkan para lawan-Nya mengakui dan mengagumi-Nya. Kata-kata-Nya justru berdaya dan memiliki pengaruh yang kuat bagi setiap pendengar dan pengikut-Nya karena mengandung kebenaran. Apa yang diucapkan-Nya diwujudkan-Nya dalam tindakan nyata. Kata-katanya tidak hanya mengandung kuasa untuk ditaati, tetapi menggerakan siapa saja untuk diikuti, diteladani dan dihormati.
Seandainya Aster dan rekan-rekan gurunya menyelaraskan kata dan tindakan mereka,
....DETAILS

TOBAT
TOBAT  
Markus 1,14-20
Oleh: RD. Very Ara
Pada suatu hari, Amang Tagor menjenguk puteranya yang sedang kuliah di kota Medan. Untuk mencapai kota Medan dibutuhkan waktu, tenaga dan biaya karena kampung Amang Tagor terletak di stasi Mela-Sibolga. Bagi Amang Tagor, semuanya itu tidak menyurutkan niatnya untuk berjumpa dengan putera semata wayangnya.
Amang Tagor selalu ingat masa lalu anaknya yang sangat menyusahkannya. Dia keras kepala, tidak suka mendengarkan nasihat dan suka berhantam dengan teman-temannya. Satu-satunya jalan yang memungkinkan dia berubah adalah: dia harus sekolah; dia harus kuliah agar guru dan dosennya bisa mendidik dan membentuk mentalnya.
Amang Tagor tiba di tempat kos anaknya tanpa kesulitan apa pun. Beberapa teman kuliah yang seasal dengan anaknya menghantar Amang Tagor ke kamar anaknya. Amang Tagor terkejut tatkala melihat kamar anaknya berantakan. Buku-buku tercecer di atas meja.
Amang Tagor lebih terkejut lagi ketika tidak melihat anaknya di kamarnya. Dia menemukan setumpuk surat bersampul di atas meja belajar anaknya. Surat-surat itu berasal dari Amang Tagor dan istrinya kepada anaknya itu. Anehnya, tidak sepucuk surat pun yang dibuka dan dibacanya. Hati Amang Tagor terasa perih.
Setiap kali anaknya menulis surat untuk meminta uang, Amang Tagor selalu mengirimkannya melalui rekeningnya. Dia percaya bahwa anaknya sangat membutuhkan uang tersebut. Sesudah mengirim uang, surat pun menyusul. Di dalam surat tersebut, Amang Tagor selalu berkisah tentang situasi di rumah mereka dan nasihat agar anaknya rajin belajar, jujur dan tidak terpengaruh oleh kehidupan yang kurang baik. Sayangnya, surat-surat itu tidak dibacanya. Anaknya hanya membutuhkan uang darinya, bukan nasihat.
Amarah Amang Tagor kian menyalak tatkala anaknya datang dalam keadaan mabuk. Setelah menampar anaknya, Amang Tagor bergegas pulang ke Sibolga dengan segudang rasa kesal.
Tuhan sudah memberikan semua yang dibutuhkan manusia, entah diminta atau pun tidak diminta. Tujuan-Nya agar manusia hidup di alam kebahagiaan. 
....DETAILS

“HORE….., AKU SUDAH BERTEMU TUHAN…..!!!
HORE….., AKU SUDAH BERTEMU TUHAN…..!!!
(Yoh 1: 35 – 42)
Oleh: RD. Silvester Asan Marlin
 
“Kami telah menemukan Mesias”(Yoh 1:41). Demikian warta Andreas dengan penuh kegembiraan kepada Simon Petrus saudaranya. Andreas sangat gembira karena kerinduannya akan Sang Mesias kini menjadi nyata dalam diri Yesus dari Nazaret. Kegembiraan itu segera ia bagikan kepada saudaranya. Ia tidak menyimpan kegembiraan itu untuk dirinya sendiri. Pengalaman perjumpaan dengan Tuhan kiranya menjadi pengalaman yang luar biasa bagi Andreas. Begitu luar biasanya sehingga ia merasa perlu mewartakannya kepada orang lain supaya mereka juga ikut menikmatinya.
Mungkin dalam perjalanan hidup kita, juga sudah secara khusus bertemu dengan Penyelamat dunia dan juga bergembira karenanya. Melalui kisah Injil hari ini, kita diajak untuk tidak menyimpan sendiri kegembiraan itu tetapi kita wartakan kepada saudara-saudari kita yang lain. Ingat, dengan pembaptisan kita diangkat menjadi murid dan pengikut Kristus, pewarta kabar gembira, dan dipanggil untuk mejadi agen-agen kegembiraan.
Bertemu dengan Kristus berarti kita diselamatkan dan dihidupi oleh Roh-Nya. Dengan demikian, kita hidup dari Roh, tubuh kita menjadi bait Roh Kudus (bdk. 1Kor 6:19). Ciri khas hidup dari Roh Kudus memang bergembira. Gembira karena telah diselamatkan. Karena itu orang yang hidup dari Roh harus menghasilkan buah-buah Roh dalam kata dan tindakannya. “Buah Roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal 5:22-23). Dengan hidup dari Roh, kita juga menjadi anak-anak Allah yang senantiasa dengan rendah hati berkata kepada-Nya seperti Samuel, “Bersabdalah ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan” (1Sam 3:10).
Maka, marilah saudara-saudariku kita bagikan pengalaman perjumpaan kita dengan Kristus kepada orang-orang yang ada di sekitar kita agar mereka pun mengalami kegembiraan sama seperti kita. Tuhan memberkati anda sekalian, hari ini sampai selama-lamanya. Amin 
....DETAILS

MEWASPADAI PANTULAN PERILAKU POLITIK HERODES
MEWASPADAI PANTULAN PERILAKU POLITIK HERODES
Oleh: RD. Benno Ola Tage
 
Pada tanggal 08 Januari 2012, kita merayakan peristiwa tiga orang magnus mengunjungi Yesus yang lahir di Betlehem. Kisah ini kita rayakan dalam apa yang dinamakan dalam liturgi kita yakni “Hari Raya  Penampakan Tuhan.” Bacaan Injil pada dalam perayaan ini mengandung pesan para bangsa bukan Yahudi yang digambarkan dalam diri orang magnus datang dan menyembah Yesus, Tuhan kita. Namun kami menyoroti perilaku tokoh yang jarang dikotbahkan yakni Herodes. Dalam kisah orang majus yang mengunjungi Yesus, kita berjumpa dengan tokoh Herodes. Herodes adalah penguasa Yerusalem dan Yudea. Ia adalah tokoh politik yang cerdas dan licik. Ia mengembangkan bangunan-bangunan bergaya Yunani di daerah Palestina.  Pada akhirnya periodenya, ia sangat curiga dengan saingan-saingannya. Bahkan ia memerintah untuk membunuh anggota keluarganya yang dinilai dan terbukti ingin menyaingi dia. Herodes menghukum mati isteri, saudara dan tiga anaknya karena ia menilai mereka adalah orang-orang yang akan merebut kekuasaannya.
Masciavelli, seorang pemikir Italia 500 tahun lalu meluncurkan sebuah ulasan bahwa untuk mendapatkan kekuasaan secara cara dihalalkan. Melalui bukunya”Il Principle”, ia mengulas strategi-strategi bagaimana secara licik seseorng mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan. Ya, kekuasaan itu menggoda dan menggiurkan. Ia bisa membuat gelap nurani mereka yang berhasrat mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan itu.  Perilaku penguasa seperti Herodes ini adalah penguasa yang menghalalkan secara cara, asalkan ia berkuasa.
Namun Herodes tidak mau memperlihatkan sikap gegabah. Ia memiliki kemampuan diplomatik yang cerdas.  Herodes memanggil imam kepala dan ahli Taurat dan bertanya kepada mereka di mana raja /messias orang Yahudi itu lahir. Mereka dengan menjawab: ”Di Betlehem di tanah Yudea.  Kepada tiga orang Magnus itu, Herodes berpesan pergilah ke Bethelem 
....DETAILS

APA ARTINYA PENAMPILAN LAHIRIAH
APA ARTINYA PENAMPILAN LAHIRIAH
(Yes 61:1-2a.10-11 ,  1 Tes 5,16-24 ,  Yohanes 1:6-8.19-28)
Oleh: RD. Very Ara
Tagor Sinaga adalah seorang imam baru yang ditempatkan di sebuah paroki di wilayah pedalaman. Sebagai orang baru, pastor parokinya berniat membawanya keliling untuk diperkenalkan kepada umatnya. Namun, sebelum semua stasi dikunjungi, pastor parokinya jatuh sakit. Pastor Tagor terpaksa melanjutkan visitasi pastoral yang sudah direncanakan sendirian.
Pada suatu ketika, dia sedang dinantikan oleh sekelompok umat stasi yang terjauh dari paroki. Untuk mencapai tempat tersebut, dia harus berjalan kaki lebih-kurang 5 jam. Karena itu, dia mengenakan celana pendek supaya bebas berjalan di tanah yang licin dan menanjak.
Setibanya di batas kampung, dia melihat sekelompok orang tua berkumpul. Dia yakin bahwa mereka sedang menantinya. Sesudah saling menyalami, seorang tua bertanya kepadanya, “Anak, Pastor yang baru itu ada di mana sekarang? Apakah anak jalan sama-sama dengan dia? “Oh, masih jauh di belakang, bapak! Sesaat lagi dia tiba dengan dua pembantunya! Jawab Pastor Tagor sambil meneruskan perjalanannya menuju kampung. Dua puluh menit kemudian, dua orang pembantu tiba. Seorang tua dari tua-tua itu kembali bertanya, “Di mana Pastor itu? “Pastor dah’ tiba duluan. Apakah dia tidak lewat di sini. Itu yang pakai celana pendek. Dialah Pastor Tagor” jelas pembantu. Mendengar itu, mereka berdiri dan bergegas ke kampung. Mereka menjumpai dia sedang berada di depan gereja sembari menikmati puntung rokoknya.
Di saat bangsa Yahudi sibuk menanti dan bertanya, kapan Sang Mesias itu datang menyelamatkan mereka, Yohanes dengan tenang menajwab: “Di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian daripadaKu” (Yoh 1:26-27).
Penampilan Yesus yang sederhana dan dan sangat biasa memang kurang meyakinkan bangsa Israel.  Sosok-Nya sangat berbeda dengan gambaran dan harapan mereka. Seperti kebanyakan manusia, bangsa Israel terjebak dalam kerangka pikiran dan bayangan sendiri tentang Allah. Kebanyakan manusia, bangsa Israel terjebak dalam kerangka pikiran dan bayangan sendiri tentang Allah. Kebanyakan manusia berharap, bahkan 
....DETAILS

MENANTI KIAMAT TANPA TAKUT
MENANTI KIAMAT TANPA TAKUT
Yes. 40:1-5,9-11; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; 2Ptr. 3:8-14; Mrk. 1:1-8      
Renungan harian “PERCIKAN IMAN”
          
Steve Jobs pemimpin perusahaan komputer dan alat elektronik Apple akhirnya tutup usia, karena kanker pankreas, pada hari Rabu, 5 Oktober 2011. Setelah kematiannya orang mulai ingat akan kata-katanya dalam ceramah-ceramahnya setelah dia menderita penyakit yang akhirnya mengakhiri hidupnya. Dalam salah satu kuliah umum di depan ribuan mahasiswa Stanford ia mengatakan:  “Hidup itu sangat singkat. Kita tidak tahu berapa lama kita akan hidup. Jika hari hari itu adalah akhir dari hidup kita, pastikan menjadi hari yang penuh makna dan memberi arti bagi orang-orang di sekitar kita...”
 
Bacaan-bacaan kitab suci masa adven berbicara banyak tentang persiapan menyambut kedatangan Tuhan entah kedatangan Yesus yang pertama kali maupun yang kedua kalinya. Untuk menyambut kedatangan Tuhan yang kita peringati pada hari Natal nanti, serta kedatangan Tuhan yang kedua kalinya yakni pada hari kiamat, kitab suci mengajak kita untuk mempersiapkan diri. Bacaan pertama berbicara tentang seruan  nabi Yesaya, supaya umat manusia mempersiapkan  jalan untuk Tuhan.  Bacaan kedua berbicara tentang maksud dari mempersiapkan jalan bagi Tuhan yakni persiapan diri, persiapan batin atau hati.  Petrus mengingatkan supaya umat Allah hidup suci dan saleh agar didapati layak di hadapan-Nya.  Bacaan injil berbicara tentang seruan Yohanes Pembaptis yang mengulangi warta nabi Yesaya, agar orang bertobat, dibaptis dan diampuni dosanya (Mrk 1:4).  Ini semua orang suci dan kudus di hadapan Allah.
Hari kiamat sering kali menakutkan kita padahal itulah saat kedatangan Tuhan yang kedua kalinya, saat penyelamatan. Mengapa kita takut?  Ketakutan itu muncul karena keadaan kita yang masih berdosa.  Untuk menghilangkan ketakutan akan hari kiamat
....DETAILS

 
 
     
  HOME  |  SEJARAH PAROKI   BERITA  |  IMAN KITA  |  RENUNGAN  |   BUKU TAMU   TANYA JAWAB Gereja Katedral Medan
Developed by Prof. Dr. Petrus Irwan
Maintained by Bonar Siahaan